Digelar 9 Februari 2019, Talangmulya Mantapkan Persiapan Festival Duren

PESAWARAN, koranpagi.co- Pemdes Talangmulya segera akan menggelar Festival Duren pada 9 Februari 2019 mendatang, meski begitu Kepala Desa Talangmulya, Salim mengakui  persiapannya sudah mencapai 50 persen yang akan dilanjutkan pada pemantapan dalam rapat bersama Senin mendatang (21/01/2019).

” Persiapannya sudah mencapai 50 persen dan pemantapannya akan kami bahas kembali pada Senin besok (21/01/2019),” kata Salim, saat ditemui diareal lokasi kontes duren desa setempat, Teluk Pandan, Pesawaran, Sabtu (19/01/2018).

Sambung Salim, festival ini nantinya akan melibatkan NGO dan semua instansi, termasuk pak bupati dan camat Teluk pandan yang akan hadir pada acara ini.

” Namun saat ini masih dalam tahap pendataan sebagai tindaklanjut rapat pertama yang telah kami laksanakan  dengan hasil ditetapkannya jadwal pelaksanaannya pada tanggal 9 Februari 2019 mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, rapat pertama itu semua hadir dari seluruh unsur perangkat desa, kadus, RT, Pokdarwis, BUMDes maupun unsur masyarakat desa, sangat mendukung festival duren ini untuk bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan bersama.

” Makanya masyarakat menyadari akan hal ini untuk kedepannya ada pemanfaatan peningkatan perekonomian masyarakat disini,” ucap Kades Salim.

Lebih dari itu dikatakan Salim, pada festival nantinya dari para peserta akan menampilkan semua duren unggulan mulai dari duren biasa sampai duren terbaik.

” Duren unggulan itu nantinya akan kita lelang dan harganya bisa mencapai Rp 1 juta dari berbagai duren. Disini ada duren tembaga, ada juga duren mentega,” kata dia.

Salim menjelaskan, festival duren ini digelar sebenarnya sebagai sasaran kedepan untuk menjadikan edukasi wisata duren dengan melibatkan semua masyarakat sebagai mitra kerja dan dikelola oleh BUMDes.

” Selain tersedia duren, juga tersedianya bibit duren unggulan melalui edukasi yang akan kita perkenalkan dari pembibitan, tanam tumbuh hingga model dan bentuk duren unggul dan terbaik yang ada di desa Talangmulya,” jelasnya.

Dalam sasaran kedepannya, kata Salim, ada pemanfaatan peningkatan perekonomian masyarakat yang nantinya akan dikerjakan masyarakat dengan BUMDes yang mempunyai perannya dengan mengundang tenaga ahli untuk dapat membina masyarakat Talangmulya ini sebagai salah satu penghasil duren.

” Karena sektor duren ini sebenarnya ada di Desa Talangmulya, Teluk Pandan, Pesawaran. Sebab selama ini masyarakat luar yang tahu bahwa duren itu adanya di Batuputu, tapi sebetulnya duren itu berasal dari Desa Talangmulya, ” ujar dia lagi.

Meski begitu, Salim berujar, untuk agrowisata saat ini belum bisa dikembangkan karena keberadaannya masih di wilayah Tahura, walaupun arealnya berada di Desa Talangmulya tapi lahan milik tahura, yang semestinya dibangun pihak Tahura.

” Inilah yang masih kesimpang siuran kami dengan harapan kalau bisa tahura membuka agrowisata dengan pengelolaannya baru melibatkan masyarakat, baik urusan parkir, keamanan, dan warung,” jelasnya.

Hal itu juga, ujar Salim, sudah ada upaya yang telah lakukan dengan harapan dapat terwujud yangmana wilayah Desa Talangmulya ini sangat sempit dan terjepit keberadaannya masuk kawasan register 19 Gunungbetung.

” Sehingga adanya agrowisata bisa dibuka dan bisa kerjasama dengan masyarakat untuk menjaga kearifan lokal untuk dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat yang selama ini sudah berpenghuni sejak dari dulu disini,” tandasnya.

Ditambahkan Salim, Tahura inikan kewenangannya berada di Provinsi dan kabupaten, kalau diluar tahura itu baru kewenangannya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

” Jadi nanti akan kami diskusikan untuk menghadap Pak Bupati dan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, InsyaAllah Selasa depan,” tutupnya. (din/red).

About The Author

Related posts

Leave a Reply

James White Authentic Jersey   Pat Elflein Authentic Jersey