Selama 14 Hari, Puluhan Mahasiswa IIB Darmajaya Belajar ke Malaysia

BANDAR LAMPUNG, koranpagi.co-Sebanyak 62 mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berangkat ke Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam Program Academic Visit selama 14 hari.

Puluhan mahasiswa akan belajar di Malaysia mulai 10 hingga 23 April 2019. Tak hanya belajar, mahasiswa juga akan melakukan kunjungan ke tempat wisata yang akan didampingi dua dosen dan staf International Office (IO) IIB Darmajaya.

Wakil Rektor III IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan Academic Visit merupakan program yang dilaksanakan Bagian International Office.

“Kegiatan ini mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini bukanlah kegiatan rekreasi,” kata dia saat melepas peserta Academic Visit di Lapangan Basket Kampus Biru, Selasa (09/04/2019).

Menurut dia, kegiatan ini salah satu kegiatan akademik dalam membuka cakrawala, pandang, dan pengetahuan bagi mahasiswa Darmajaya.

“Ini adalah salah satu keunggulan kampus Darmajaya yang tidak dimiliki kampus lain. Kegiatan anak-anak ini membawa nama baik mahasiswa sendiri, keluarga, dan yang lebih penting adalah almamater,” kata dia.

Muprihan juga menjelaskan kegiatan ini akan dikonversikan dengan kegiatan akademik dan disetarakan dengan kegiatan Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM). Dia menambahkan jangan sampai kegiatan ini sia-sia.

“Tinggalkan hal-hal yang buruk selama di sana. Tidak hanya jalan-jalan saja. Kami berharap kalian bisa mengikuti arahan dari pembimbing selama 14 hari di Negera orang,” kata dia.

Sebelumnya, Sementara, Wakil Rektor IV IIB Darmajaya, Prof. Zulkarnain Lubis, M.S., Ph.D., mengatakan Academic Visit merupakan bagian peningkatan pembelajaran kepada mahasiswa/i IIB Darmajaya di luar negeri.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengalaman internasional bagi mahasiwa IIB Darmajaya. Dari pengalaman tersebut mereka akan menjadi lulusan yang unggul dan mampu bersaing di dunia kerja,” kata Prof. Zulkarnain Lubis.

Terlebih, kata dia, Era Revolusi Industri 4.0, menuntut mahasiswa IIB Darmajaya untuk mampu beradaptasi terhadap dunia luar. Menurut Prof Zul-begitu biasa dia dipanggil–perkembangan teknologi harus dikuasai dan bahasa internasional menjadi modal mahasiswa dalam menjalani tantangan global yang semakin tinggi.

“Kami terus melakukan terobosan dan pembaruan dalam membekali kemampuan mahasiswa baik di bidang teknologi dan enterpreneur untuk menjalani Revolusi Industri 4.0 serta menyongsong Era Society 5.0,” tutupnya. (***).

About The Author

Related posts

Leave a Reply