Jelang Pelantikan, Gubernur Terpilih Arinal Djunaidi Matangkan Konsep Pemberdayaan TKI

BANDAR LAMPUNG, koranpagi.co- Tak lama lagi dilantik pada 12 Juni 2019, Gubernur terpilih Arinal Djunaidi membuat perencanaan secara matang diberbagai bidang, diantaranya pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). 

Rencana tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintahan Arinal Djunaidi di lima tahun kedepan untuk menjadikan tenaga kerja terampil dan berdaya saing bagi warganya.

” Lampung merupakan salah satu provinsi dengan jumlah TKI terbesar yang tersebar di beberapa negara diantaranya Malaysia, Hongkong dan Taiwan,” ujar Gubernur terpilih Arinal Djunaidi, Minggu (06/06/2019).

Sambung Arinal, di luar Pulau Jawa, Lampung terbesar kedua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB), maka dari itu  membuat program pemberdayaan TKI. 

“Sehingga TKI yang berasal dari Lampung harus memiliki kompetensi untuk bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Caranya, lanjut Arinal, diberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi, kemampuan dan pengetahuan, sehingga dapat bersaing di luar negeri sebagai tenaga kerja yang profesional.

“Ke depan kita tidak mengirim TKI untuk tenaga kasar, seperti pembantu. Itu harus kita kurangi, kita harus mengirim tenaga kerja yang terampil,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan terhadap TKI juga dapat dilakukan di negara-negara tempatnya bekerja.

“Misalnya mereka bekerja di Malaysia, Hongkong dan Taiwan kita tetap bisa memberikan pembinaan,” terangnya.

Selain daripada itu, ujar Arinal, memastikan calon TKI yang hendak berangkat ke luar negeri harus secara legal. 

“Misalnya surat menyuratnya harus lengkap. Jangan nanti dia orang Lampung tapi berangkat dari provinsi lain, begitu bermasalah kan repot,” sebutnya.

Tidak itu saja, tambah Arinal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga akan terlibat aktif dalam memantau dan membantu TKI yang bermasalah hukum di luar negeri.

“Nantinya, pemprov tidak hanya berdiam diri ketika ada TKI yang tersandung masalah hukum. Jadi TKI juga akan merasa terlindungi,” kata mantan Sekdaprov Lampung itu.

Meski begitu, jelas Arinal, tetap akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, kedutaan besar dan pihak-pihak terkait.

“Tentunya program ini kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait, sehingga dalam penerapannya bisa terpadu,” tutupnya. (red).

About The Author

Related posts

Leave a Reply