LK 21 Desak Pemkab Pesawaran dan Pemprov Serius Sikapi Tambang Batu Liar

BANDAR LAMPUNG, koranpagi.co-Lembaga Konservasi (LK) 21 Provinsi Lampung mendesak pihak terkait serius sikapi penambang batu di bantaran Sungai Way Padang Ratu Desa Cipadang Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran.

” Kalau dilihat dari keluhan warga karena dampak yang diakibatkan telah merusak lingkungan maka kegiatan ini harus dihentikan dan dilakukan proses hukum,” ujar Direktur Eksekutif LK 2, Edy Karizal, Kamis (04/07/2019).

Menurutnya, penambangan batu di sungai tanpa ijin dari Dinas Perijinan Provinsi Lampung selaku instansi yang berwenang. Dimana sejak UU Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah bahwa kewenangan pertambangan itu adalah ada di provinsi.

” Maka selayaknyalah harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari dinas Perijinan Provinsi Lampung. Apabila ijin ini tidak ada, maka aktifitas tambang ini ilegal dan dapat dipidana karena melanggar UU  Pemerintahan Daerah, UU lingkungan Hidup dan UU tentang Pertambangan,” jelasnya.

Lebih dari itu lanjut Edy, sesuatu aktifitas tambang merupakan aktifitas yang perlu perhatian pemerintah provinsi Lampung dan daerah karena telah banyak merusak ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS).

” Maka dari itu kegiatan pertambangan ini perlu tangani dengan serius oleh Pemda Kabupaten Pesawaran, mengingat berada di wilayahnya. Begitupun Pemprov Lampung secepatnya harus melakukan tindakan penyetopan di lokasi dan dilakukan proses hukum,” beber Edy.

Dimana, tambah Edy, aktifitas ini telah merusak ekosistem dan berdampak kepada masyarakat. Begitupun Pemprov Lampung secepatnya harus melakukan tindakan penyetopan di lokasi dan dilakukan proses hukum pihak petambang bila itu melanggar.

” Jadi petambang-petambang ilegal itu tidak sembarangan beraktifitas tanpa mengindahkan kaidah-kaidah konservasi DAS dan juga konservasi lingkungan,” tutupnya. (din/red).

About The Author

Related posts

Leave a Reply