Notice: Constant DISALLOW_FILE_EDIT already defined in /home/u0088396/public_html/koranpagi.co/wp-config.php on line 97
DPRD Lampung Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 | koranpagi

15 Sep, 2019

Select your Top Menu from wp menus

DPRD Lampung Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2019

BANDAR LAMPUNG, koranpagi.co-DPRD Provinsi Lampung sepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun 2019, pada Jumat (09/08/2019) di Gedung DPRD Provinsi Lampung, dengan agenda penandatangan antara Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung.

Hasilnya, APBD Perubahan TA 2019 mengalami penambahan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan bertambah Rp 56 Milyar menjadi Rp. 7.371 Triliun.

Begitu pula dengan Belanja Daerah bertambah Rp 56 Milyar sehingga menjadi Rp. 7,489 Triliun. 

Sementara dari sisi pembiayaan daerah disepakati sesuai dengan rancangan awal dalam artian tidak mengalami perubahan.

Dalam paparan Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Joko Santoso mengungkapkan, jika proyeksi penambahan Pendapatan Daerah sebesar Rp 56 Milyar itu berasal dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Kendaraan Bermotor, dan Hasil retribusi daerah.

”  Juga dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,” paparnya.

Secara khusus lanjut Joko, jika kenaikan proyeksi PAD akan dialokasikan beberapa diantaranya untuk menuntaskan rencana kegiatan RSUDAM tipe A sampai dengan 2019.

” Kemudian biaya untuk mengatasi dampak kemarau panjang melalui pembuatan sumur bor di kab/kota,” jelasnya.

Gubernur Arinal Djunaidi menyampaikan, penambahan tersebut ditujukan untuk mendukung implementasi prioritas pembangunan daerah dan pelayanan publik.

” Selain itu pembangunan bidang kesehatan juga untuk pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, kepemudaan, pertanian, kehutanan,” ungkapnya.

” Perumahan dan kawasan permukiman serta beberapa kegiatan bidang pembangunan lainnya,” sambung Gubernur Arinal.

Lebih dari itu, Gubernur Arinal menyampaikan, jika Tim Anggaran Pemerintah daerah dan Badan Anggaran DPRD menyepakati asumsi makro ekonomi Provinsi Lampung tersebut.

” Hal ini diantaranya sebagai pertumbuhan Lampung diproyeksikan 5,3 sampai dengan 5,6. Laju inflasi akan dipertahankan pada tingkat 3,5 hingga 4 persen,” terangnya.

Lalu, lanjut Gubernur Arinal, Pendapatan perkapita 40 juta, tingkat pengangguran terbuka pada level 4 persen.

” Sedangkan, Penduduk miskin akan berada pada level 12,36 persen, IPM pada angka 70 dan Indeks Gini pada angka kisaran 0,32 hingga 0,33. Sementara nilai tukar petani pada angka 106,” ujarnya.

Sambung Gubernur Arinal, PAD Provinsi Lampung juga diproyeksikan akan tumbuh menjadi 4,29 persen.

” Serta kondisi jalan yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi 78 persen dalam kondisi mantap,” pungkasnya. (adv/red).

About The Author

Related posts

Leave a Reply